Suplementasi Zinc Dalam Penatalaksanaan dan Pencegahan Kekambuhan Diare pada Balita Menurut Pandangan Islam

Authors

  • Andi Putri Hasti Anugerah Universitas YARSI, Jakarta, Indonesia
  • Titiek Djannatun Universitas YARSI, Jakarta, Indonesia
  • Sabrina Azmi Universitas YARSI, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56260/sciena.v5i2.309

Keywords:

diare balita, diare berulang, kekambuhan, tablet zinc, suplementasi zinc

Abstract

Latar belakang: Diare pada balita masih menjadi masalah kesehatan penting karena tingginya angka kejadian, risiko kekambuhan, serta dampaknya terhadap status gizi dan tumbuh kembang. Kekambuhan dipengaruhi oleh faktor host, lingkungan, perilaku, dan ketepatan tatalaksana. Tujuan: Mendeskripsikan peran tablet zinc dalam pencegahan kekambuhan diare pada balita serta menegaskan aspek implementasi pemberian zinc dalam praktik layanan kesehatan. Metode: Artikel ini merupakan tinjauan pustaka naratif yang membahas definisi, klasifikasi, epidemiologi, etiologi, dan manifestasi klinis diare pada balita, serta mekanisme kerja, manfaat, dosis, cara pemberian, dan keamanan tablet zinc sebagai terapi tambahan. Hasil: Pemberian zinc pada diare balita berkontribusi terhadap perbaikan mukosa usus dan peningkatan respons imun, sehingga dapat mengurangi durasi dan keparahan diare akut serta menurunkan risiko diare berulang selama 2–3 bulan setelah episode diare. Rekomendasi pemberian zinc selama 10 hari berturut-turut (10 mg/hari untuk usia <6 bulan; 20 mg/hari untuk usia ≥6 bulan) mendukung tatalaksana diare berbasis bukti bersama rehidrasi oral dan edukasi keluarga. Efek samping jarang dan umumnya ringan. Kesimpulan: Tablet zinc merupakan terapi tambahan penting pada diare balita, terutama untuk pencegahan kekambuhan. Kepatuhan terhadap durasi pemberian serta edukasi kepada orang tua/pengasuh menjadi kunci keberhasilan intervensi.

Author Biographies

Andi Putri Hasti Anugerah, Universitas YARSI, Jakarta, Indonesia

Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran

Titiek Djannatun, Universitas YARSI, Jakarta, Indonesia

Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran

Sabrina Azmi, Universitas YARSI, Jakarta, Indonesia

Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran

References

. Anggraini, D., dan Kumala, O. (2022). Diare Pada Anak. Scientific Journal, Vol. 1 No. 4, 311–319.

. Asfia, F. (2021). Determinan Kepatuhan Individu Minum Zinc Pada Balita Penderita Diare di Puskesmas Ciomas Kabupaten Serang Provinsi Banten Tahun 2018.

. Bitew, B. D., Gete, Y. K., Biks, G. A., dan Adafrie, T. T. (2018). The effect of SODIS water treatment intervention at the household level in reducing diarrheal incidence among children under 5 years of age: A cluster randomized controlled trial in Dabat district, northwest Ethiopia. Trials Journal, Vol. 19 No. 412(1), 1–15.

. Cahyaningsih, W., Triyana, N., dan Cahyaningsih, E. (2022). Pengelolaan Manajemen Cairan Pada Anak Diare dengan Defisiensi Volume Cairan. Jurnal Ilmu Kesehatan, Vol. 1 No. 1, 10–17.

. Chandrawati, P. F. (2010). Pemberian Zinc Dalam Terapi Diare Pada Anak. 67–71.

. Depkes, R. (2011). Buku Saku Petugas Kesehatan Lintas Diare: Lima Langkah Tuntaskan Diare.

. Goddard, F. G. B., Pickering, A. J., Ercumen, A., Brown, J., Chang, H. H., dan Clasen, T. (2020). Faecal contamination of the environment and child health: a systematic review and individual participant data meta-analysis. The Lancet Planetary Health, Vol. 4(9), 405–415.

. Gunawan, dan Shofar, I. (2018). Penentuan Status Gizi Balita Berbasis Web Menggunakan Metode Z-Score. Jurnal Infotronik, Volume 3.

. Handayani, I., Syahputra Siregar, I., Gusmita, R., Tinggi, S., Kesehatan, I., dan Medan, S. (2022). Faktor-Faktor Resiko Diare Pada Balita Di Rumah Sakit Umum Delia Kabupaten Langkat.

. Kemenkes, RI. (2017). Pedoman Tatalaksana Diare.

. Kemenkes, RI. (2023). Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Pneumonia dan Diare 2023-2030.

. King, Mitchell S dan Lipsky, Martin S. (2019). Blue Print: Family Medicine Fourth Edition. Wolters Kluwer, Philadelphia.

. Mardalena, I. (2018). Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Gangguan Sistem Pencernaan.

. Restuti, A. N. S., dan Fitri, Y. A. (2019). Hubungan antara Tingkat Asupan Vitamin A, Zinc, dan Polyunsaturated Fatty Acid (PUFA) dengan Kejadian Diare Balita. Indonesian Journal of Human Nutrition, 6(1), 32–40.

. Riskiyah. (2017). Peranan Zinc Pada Penanganan Kasus Penyakit Diare yang Dialami Bayi Maupun Balita.

. Rosidah, L. K., dan Harsiwi, S. (2017). Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Balita Usia 1-3 Tahun (Di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk). Jurnal Kebidanan Dharma Husada Kediri, 6(2), 24–37.

. Sari, F. Y. K., Khoiriyah, N., dan Nuarita, D. A. W. (2021). Pola Konsumsi Balita Selama PPKM. Jurnal Medika Indonesia, 2(2), 13–20.

. Sari, N. K., Lukito, A., dan Astria, A. (2017). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Diare dengan Kejadian Diare Pada Anak 1-4 Tahun di Wilayah Puskesmas Pekan Bahorok. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Ibnu Sina, Vol. 25 No. 4, 1–11.

. Yasin, Z., Mumpuningtias, E. D., Keperawatan, S., Wiraraja, U., dan Faizin, F. (2018). Faktor Lingkungan yang berhubungan dengan kejadian Diare pada balita di Puskesmas Batang-Bantang Kabupaten Sumenep.

Downloads

Published

2026-03-03

How to Cite

Hasti Anugerah, A. P., Djannatun, T. ., & Azmi, S. . (2026). Suplementasi Zinc Dalam Penatalaksanaan dan Pencegahan Kekambuhan Diare pada Balita Menurut Pandangan Islam. Scientific Journal, 5(2), 158–165. https://doi.org/10.56260/sciena.v5i2.309

Issue

Section

Systematic Literature Review