Efektivitas Metode Ponseti di Daerah Sumber Daya Terbatas: Tinjauan Literatur Sistematis Tentang Hasil, Hambatan, dan Adaptasi Kontekstual

Authors

  • Ardian Riza Andalas University /Dr. M.Djamil General Hospital, Padang, Indonesia/ Kartika Docta Surgical Specialty Hospital, Padang ,Indonesia https://orcid.org/0009-0001-3860-5238
  • Noverial Kartika Docta Surgical Specialty Hospital, Padang ,Indonesia
  • Muhammad Pramana Khalilul Harmi Kartika Docta Surgical Specialty Hospital, Padang ,Indonesia
  • Mutia Sari Kartika Docta Surgical Specialty Hospital, Padang ,Indonesia
  • Mustafa Kamal Kartika Docta Surgical Specialty Hospital, Padang ,Indonesia
  • Rahmi Yetty Kartika Docta Surgical Specialty Hospital, Padang ,Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56260/sciena.v5i2.313

Keywords:

Clubfoot, metode Ponseti, daerah sumber daya terbatas, kepatuhan brace, skor ACT, adaptasi budaya, tinjauan literatur sistematis

Abstract

Latar Belakang : Metode Ponseti kini menjadi standar emas global dalam penanganan clubfoot, namun penerapannya di daerah terpencil atau berpenghasilan rendah masih menghadapi tantangan nyata. Tinjauan ini bertujuan mengungkap bagaimana metode ini benar-benar bekerja di lapangan—bukan hanya secara teknis, tetapi juga dalam menghadapi hambatan budaya, logistik, dan sistem layanan. Metode :  Kami melakukan tinjauan literatur sistematis mengikuti pedoman PRISMA, menganalisis tiga studi observasional berkualitas tinggi dari Ethiopia, Zimbabwe, dan pedesaan Amerika Serikat yang dipublikasikan antara 2009–2018. Penilaian kualitas menggunakan checklist JBI. Hasil : Ketiga studi menegaskan satu hal: keberhasilan jangka panjang metode Ponseti bergantung hampir sepenuhnya pada kepatuhan penggunaan brace pasca-koreksi. Di Zimbabwe, 87% anak yang menggunakan brace selama ≥2 tahun mencapai hasil sukses [6]. Di Ethiopia, meski semua kaki berhasil dikoreksi, relaps terjadi pada kasus yang tidak memakai brace [2]. Di New Mexico, anak Native American di pedesaan memiliki risiko relaps 120 kali lebih tinggi akibat ketidakpatuhan brace [7]. Faktor seperti pendapatan rendah, pendidikan orang tua, jarak ke fasilitas, dan kesenjangan budaya dalam komunikasi terbukti menjadi penghambat besar. Selain itu, alat penilaian seperti skor Roye—yang dikembangkan di negara maju—ternyata melewatkan 22,7% kasus yang sebenarnya butuh rujukan ulang, sementara skor ACT hanya melewatkan 7,4% [6]. Kesimpulan : Metode Ponseti memang sederhana dan murah, tetapi tidak cukup hanya mengandalkan casting yang tepat. Ia butuh pendekatan holistik: edukasi visual yang sesuai budaya, sistem follow-up berbasis komunitas, dan alat penilaian yang kontekstual. Dengan itu, setiap anak—bahkan di nagari paling terpencil—bisa mendapatkan kaki yang lurus dan masa depan yang berjalan bebas.

Author Biographies

Ardian Riza, Andalas University /Dr. M.Djamil General Hospital, Padang, Indonesia/ Kartika Docta Surgical Specialty Hospital, Padang ,Indonesia

Department of Orthopaedics and Traumatology, Faculty of Medicine

Noverial, Kartika Docta Surgical Specialty Hospital, Padang ,Indonesia

Department of Orthopaedics and Traumatology

Muhammad Pramana Khalilul Harmi, Kartika Docta Surgical Specialty Hospital, Padang ,Indonesia

Department of Orthopaedics and Traumatology

Mutia Sari, Kartika Docta Surgical Specialty Hospital, Padang ,Indonesia

Department of Orthopaedics and Traumatology

Mustafa Kamal, Kartika Docta Surgical Specialty Hospital, Padang ,Indonesia

Department of Orthopaedics and Traumatology

Rahmi Yetty, Kartika Docta Surgical Specialty Hospital, Padang ,Indonesia

Department of Orthopaedics and Traumatology,

References

. Smythe T, Foster A, Lavy C. Assessment of success of the Ponseti method of clubfoot management in sub-Saharan Africa: a systematic review. BMC Musculoskelet Disord. 2017;18(1):453.

. Ayana B, Klungsøyr PJ. Good results after Ponseti treatment for neglected congenital clubfoot in Ethiopia: a prospective study of 22 children (32 feet) from 2 to 10 years of age. Acta Orthop. 2014;85(6):641–5.

. Morcuende JA, Dolan LA, Dietz FR, Ponseti IV. Radical reduction in the rate of extensive corrective surgery for clubfoot using the Ponseti method. Pediatrics. 2004;113(2):376–80.

. Ponseti IV. Congenital clubfoot: fundamentals of treatment. New York: Oxford University Press; 1996.

. Herzenberg JE, Radler C, Bor N. Ponseti versus traditional methods of casting for idiopathic clubfoot. J Pediatr Orthop. 2002;22(4):517–21.

. Smythe T, Gova M, Muzarurwi R, Foster A, Lavy C. A comparison of outcome measures used to report clubfoot treatment with the Ponseti method: results from a cohort in Harare, Zimbabwe. BMC Musculoskelet Disord. 2018;19:450.

. Avilucea FR, Szalay EA, Bosch PP, Sweet KR, Schwend RM. Effect of cultural factors on outcome of Ponseti treatment of clubfeet in rural America. J Bone Joint Surg Am. 2009;91(3):530–40.

. Page MJ, McKenzie JE, Bossuyt PM, Boutron I, Hoffmann TC, Mulrow CD, et al. The PRISMA 2020 statement: an updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ. 2021;372:n71.

. Moola S, Munn Z, Tufanaru C, Aromataris E, Sears K, Sfetcu R, et al. Chapter 7: Systematic reviews of etiology and risk. In: Aromataris E, Munn Z (editors). JBI Manual for Evidence Synthesis. JBI; 2020.

Downloads

Published

2026-03-03

How to Cite

Riza, A., Noverial, Khalilul Harmi, M. P. ., Sari, M., Kamal, M. ., & Yetti, R. . (2026). Efektivitas Metode Ponseti di Daerah Sumber Daya Terbatas: Tinjauan Literatur Sistematis Tentang Hasil, Hambatan, dan Adaptasi Kontekstual. Scientific Journal, 5(2), 166–173. https://doi.org/10.56260/sciena.v5i2.313

Issue

Section

Systematic Literature Review

Most read articles by the same author(s)