Hubungan Pola Konsumsi Lemak Dan Sodium Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Perempuan Etnis Minangkabau
DOI:
https://doi.org/10.56260/sciena.v2i2.82Keywords:
Hipertensi, Lemak, Sodium, Perempuan Etnis MinangkabauAbstract
Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi lemak dan sodium terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi perempuan etnis Minangkabau. Metoda: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dan menggunakan desain penelitian case control. Populasi dalam penelitian ini adalah perempuan etnis Minangkabau. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel diperoleh 59 kontrol dan 59 kasus. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan perempuan etnis Minangkabau yang mengkonsumsi lemak dengan kategori kurang yang mengalami kejadian hipertensi sebanyak 48 sampel (58.5%). Konsumsi lemak dengan kategori kurang yang tidak mengalami kejadian hipertensi sebanyak 34 sampel (41.5%). Konsumsi lemak dengan kategori cukup+lebih yang mengalami kejadian hipertensi sebanyak 11 sampel (30,6%). Konsumsi lemak dengan kategori cukup+lebih yang tidak mengalami kejadian hipertensi sebanyak 25 sampel (69.4%). Sedangkan untuk konsumsi sodium dengan kategori kurang yang mengalami kejadian hipertensi sebanyak 58 sampel (51.8%). Konsumsi asupan sodium dengan kategori kurang yang tidak mengalami kejadian hipertensi sebanyak 54 sampel (48.2%). Konsumsi sodium dengan kategori cukup+lebih yang mengalami kejadian hipertensi sebanyak 1 sampel (16.7%). Konsumsi sodium dengan kategori cukup+lebih yang tidak mengalami kejadian hipertensi sebanyak 5 sampel (83.3%).Hasil uji statistik diperoleh nilai p value dari hubungan konsumsi lemak dengan tekanan darah pada pasien hipertensi perempuan etnis Minangkabau sebesar 0,005. Kesimpulan: Artinya terdapat hubungan konsumsi lemak dengan tekanan darah pada pasien hipertensi perempuan etnis Minangkabau. Sedangkan hasil uji statistik untuk hubungan konsumsi sodium dengan tekanan darah pada pasien hipertensi perempuan etnis Minangkabau diperoleh nilai p value sebesar 0,999. Artinya tidak terdapat hubungan konsumsi asupan sodium dengan tekanan darah pada pasien hipertensi perempuan etnis Minangkabau.
References
Emdat S, dkk. Gambaran Status Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Desa Karanganyar Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Journal Of Health Science. 2019;4(2):20-23.
Kemenkes RI. Rencana Aksi Kegiatan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. 2017.
Kemenkes RI. Hipertensi. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementrian kesehatan RI. 2019; (Hipertensi):1-6.
WHO. Prevalensi Penderita Hipertensi Dunia [Internet]. 2018 [Diakses tanggal 4 Maret 2021] Di peroleh dari https://www.kemkes.go.id/article/view/18051600004/hipertensimembunuh-diam-diam-ketahui tekanan-darah-anda.html.
Kementerian Keseharan RI. 2019. Laporan Riskesdas 2018. Jakarta : Badan Litbangkes, Kemenkes.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. (2018). Profil Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. Sumatera Barat : Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat.
Arum, Yuniar TG. Hipertensi Pada Penduduk Usia Produktif (15-64 tahun). HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development). 2019;3(3):345-356.
Nuraini B. Risk factors of hypertension. Jurnal Majority. 2015;4(5).
Izzuddin A, Dinianty SF, Nazaahah Z. Studi Literatur: Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Penderita Gagal Jantung di Indonesia. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. 2020;7(1):381-392.
Kemenkes RI. Manajemen Program Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi. 2018.
Dedullah RF, Malonda NS, Joseph WBS. Hubungan Antara Faktor Risiko Hipertensi dengan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat di Kelurahan Motoboi Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan Kota Kotamobagu. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2015;1(3),155-63.
Salmawaty, Rita I. Gambaran Konsumsi Natrium Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Kolaka Kabupaten Kolaka.Poltekkes Kemenkes Kendari. 2019.
Bertalina B, Muliani M. Hubungan Pola Makan, Asupan Makanan dan Obesitas Sentral dengan Hipertensi di Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung. Jurnal Kesehatan. 2016;7(1):34-45.
Saputra O, Anam K. Gaya Hidup sebagai Faktor Risiko Hipertensi pada Masyarakat Pesisir Pantai. Jurnal Majority. 2016;5(3):118-123.
Kartika J, Purwaningsih E. Hubungan Obesitas pada Pra Lansia dengan Kejadian Hipertensi di Kecamatan Senen Jakarta Pusat Tahun 2017-2018. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2020;16(1):35-40.
Lita L. Faktor Risiko Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. SCIENTIA : Jurnal Farmasi dan Kesehatan. 2017;7(2):159-167.
Andamsari MN, Lipoeto NI, Kadri H. Hubungan Pola Makan dengan Tekanan Darah Pada Orang Dewasa di Sumatera Barat. Majalah Kedokteran Andalas. 2015;38(1):20-25.
Mahmuda S, Maryusman T, Arini FA, Malkan I. Hubungan Gaya Hidup Dan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Kelurahan Sawangan Baru. J. Biomedika. 2015;7(2).
Listiana, L. Hubungan Pola konsumsi Zat Gizi Makro dan Mikro dengan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Jurnal Media Kesehatan. 2017;10(2):126-138.
Wilda Y. Hubungan Asupan Lemak dan Natrium, Aktivitas Fisik dan Status Gizi dengan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang Tahun 2019. [Disertasi] Universitas Andalas. 2019.
Fitriani, F., Marlina, Y., Roziana, R., & Yulianda, H.Gambaran Asupan Natrium, Lemak dan Serat pada Penderita Hipertensi di Kelurahan Tanjung Gading Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu. JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan, 2018, 7.1: 01-08.
Legi, N. N. Asupan Lemak dan Natrium Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Paceda Kecamatan Madidir Kota Bitung. INFOKES-Jurnal Ilmu Kesehatan. 2015. 10.1, 68-75.
Darmawan, H., Tamrin, A., & Nadimin, N. Hubungan Asupan Natrium dan Status Gizi Terhadap Tingkat Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di RSUD Kota Makassar. Media Gizi Pangan, 2018. 25(1), 11-17.
Kartika, L. A., Afifah, E., & Suryani, I. Asupan Lemak dan Aktivitas Fisik Serta Hubungannya dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 2017. 4(3), 139-146.
Tirtasari, S., & Kodim, N. Prevalensi dan Karakteristik Hipertensi pada Usia Dewasa Muda di Indonesia. Tarumanagara Medical Journal . 2019. 1(2),395-402.
Aristi, D. L. A., Rasni, H., Susumaningrum, L. A., Susanto, T., &Siswoyo, S. Hubungan Konsumsi Makanan Tinggi Natrium dengan Kejadian Hipertensi pada Buruh Tani di Wilayah Kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan.2020. 23(1), 53-60.
Andamsari, M. N., Lipoeto, N. I., & Kadri, H. Hubungan Pola Makan dengan Tekanan Darah Pada Orang Dewasa di Sumatera Barat. Majalah Kedokteran Andalas, 38(1), 2015. 20-25.
Ramadhini, A. F., Yuliantini, E., & Haya, M. Konsumsi Protein, Lemak Jenuh dan Lemak Tak Jenuh Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Wanita Menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang. 2019, 14(2), 70-75.
Mamoto, F., Kandou, G. D., & Pijoh, V. D. Hubungan Antara Asupan Natrium dan Obesitas dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Poliklinik Umum Di Puskesmas Tumaratas Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa. 2013. Diakses tanggal, 6:11:2021.
Jannah, M., Sulastri, D., & Lestari, Y. Perbedaan Asupan Natrium dan Kalium pada Penderita Hipertensi dan Normotensi Masyarakat Etnik Minangkabau di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2013. 2(3), 132-136.
Rahayuningrum, D. C., & Herlina, A. Pengaruh Pemberian Air Perasan Bawang Putih (Allium Sativum) Terhadap Tekanan DarahPada Penderita Hipertensi. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory. 2020. 2(2), 18-26.
Yanti, E., Hendra, K., & Alwi, N. P. Pengaruh Pemberian Air Bawang Putih (Allium Sativum) Terhadap Tekanan Darah. Jhnmsa Adpertisi Journal. 2020. 1(1), 1-9.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Fiola Salsabila Irwanto, Dita Hasni, Debbie Anggraini, Budi Yulhasfi Febrianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
